6 Cara Menghilangkan Ketombe dan Rambut Rontok Secara Alami

rambt

 

Ketombe (juga disebut sindap dan kelemumur; dengan nama ilmiah Pityriasis capitis) adalah pengelupasan kulit mati berlebihan di kulit kepala. Sel-sel kulit yang mati dan terkelupas merupakan kejadian alami yang normal bila pengelupasan itu jumlahnya sedikit. Namun, ada orang yang mengalami secara terus menerus (kronis ataupun sekali-sekali, pengelupasan dalam jumlah yang besar yang diikuti dengan pemerahan dan iritasi. Kebanyakan kasus ketombe dapat disembuhkan dengan sampo khusus atau pengobatan bebas.

Penyebab munculnya ketombe

Ketombe tentunya dapat mengganggu penampilan baik perempuan maupun pria. Ketombe terjadi ketika pengelupasan kulit tidak maksimal sehingga sel-sel kulit mati menumpuk di kulit kepala dan menimbulkan serpihan putih yang gatal. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab ketombe muncul.

Kulit kepala yang kering

Biasanya, penyebab ketombe yang paling umum adalah kulit kepala yang kering. Penyebabnya akibat reaksi terhadap perubahan cuaca dan produk perawatan rambut yang digunakan. Selain itu, kurang minum air putih dapat menyebabkan kulit kepala kering. Berbagai masalah kesehatan seperti eksim dan psoriasis (kelainan kulit kronis yang sering muncul kemudian hilang) juga membuat kulit kepala kering. Pada umumnya, ketombe akibat kulit kepala kering cenderung lebih kecil dan lebih kering.

Tidak rutin keramas

Bila Anda tidak secara rutin melakukan keramas dapat menyebabkan minyak dan juga sel kulit kepala menumpuk dan menyebabkan ketombe.

Stres

Penyebab ketombe juga dapat disebabkan karena mengalami stres. Ketika mengalami stres, tubuh dapat menyebabkan saraf simpatis cenderung lebih aktif dan melakukan perubahan pada sistem hormon. Respon tubuh dapat membuat kelenjar minyak menjadi lebih aktif. Hal tersebut dapat mengakibatkan kulit kepala menjadi lebih lembap dan berminyak sehingga menyebabkan munculnya ketombe.

Menggunakan produk perawatan rambut yang tidak cocok

Terkadang ada beberapa produk perawatan rambut tertentu yang tidak cocok digunakan sehingga menyebabkan ketombe muncul.  Produk seperti gel, foam, dan hairspray yang biasa digunakan untuk menata rambut dapat membuat kepala menjadi gatal dan merah karena iritasi. Selain itu, penggunaan produk penata rambut yang berkepanjangan dapat menyebabkan reaksi alergi yang kuat.

Pola diet

Pola diet juga dapat menjadi penyebab ketombe. Hal ini dikarenakan, melakukan diet dapat membuat seseorang kehilangan nutrisi atau mengalami alergi terhadap jenis makanan tertentu. Bila pola diet yang kurang tepat, dapat menyebabkan kekurangan zat besi, vitamin B, dan beberapa jenis lemak menyehatkan yang sebenarnya sangat penting untuk tubuh, rambut, dan kulit.

Cara menghilangkan ketombe dan mengatasi rambut rontok secara alami

Itulah 5 penyebab ketombe yang biasanya terjadi. Untungnya, The Body Shop punya tips perawatan rambut rontok dan berketombe yang mudah untuk diikuti. Bagaimana cara menghilangkannya? Berikut caranya.

Rajin masker rambut

Melakukan perawatan dengan masker rambut dapat menjadi salah satu cara alami mengatasi ketombe dan rambut rontok. Anda dapat melakukan masker rambut di rumah yang lebih praktis atau membeli produk masker rambut yang telah banyak tersedia di pasaran. Lakukan perawatan ini dua kali seminggu untuk hasil yang lebih maksimal.

Rajin menyisir rambut

Cara alami menghilangkan ketombe yang lainnya adalah rajin menyisir rambut, guna membersihkan kulit kepala dari sel-sel kulit mati yang dapat menyebabkan ketombe. Terutama sisir rambut sebelum mencuci rambut, agar semua sel kulit mati dapat terangkat saat keramas. Gunakan sisir rambut yang memiliki ujung pin bulat yang memijat lembut kulit kepala. Rambut pun dapat bebas ketombe dan tidak akan mengalami kerontokan lagi.

Banyak minum air dan makan sayur

Makan makanan bergizi dan air dapat membantu kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Terutama mengonsumsi Ssayur berwarna hijau tua yang dapat menutrisi rambut, sehingga dapat menjadi salah satu cara menghilangkan ketombe dan mengatasi rambut rontok secara alami. Konsumsilah minimal 2 liter air perhari untuk memastikan kulit kepala dan rambut tetap sehat.

Jalani kebiasaan sehat

Jangan salah, kebiasaan hidup sehari-hari dapat ikut berpengaruh pada timbulnya ketombe di kepala dan rambut rontok. Misalnya, orang yang mengalami stres dan kurang tidur dapat menimbulkan masalah pada kulit kepala dan rambut rontok. Maka dari itu, sebaiknya tidur cukup, minimal delapan jam sehari, maka menghilangkan ketombe dan merawat rambut rontok akan menjadi lebih mudah.

Hindari terlalu sering menggunakan hair dryer

Selain itu, hindari terlalu sering mengeringkan rambut menggunakan hair dryer untuk menghindari kulit kepala terkena suhu terlalu panas. Hal ini menyebabkan kulit kepala teriritasi sehingga muncul ketombe dan rambut mudah rontok. Jadi, biarkan saja rambut kering secara alami. Selain itu, Anda harus menghindari penggunaan produk penataan rambut terlalu sering agar tidak membuat kulit kepala menjadi kering, iritasi, dan gatal.

Gunakan sampo anti ketombe

Cara menghilangkan ketombe yang terakhir adalah menggunakan sampo untuk mengatasi ketombe dan menutrisi rambut secara alami. Kandungan sampo anti ketombe yang bagus biasanya sudah diformulasikan sedemikan rupa untuk mengatasi ketombe sekaligus menutrisi kulit kepala dan rambut. Gunakanlah produk sampo anti ketombe yang berasal dari bahan alami. Anda dapat gunakan sampo anti ketombe dari The Body Shop, yakni Ginger Anti Dandruff Shampoo, sehingga tidak hanya bersih dari ketombe, Anda pun dapat mengatasi rambut rontok.

Penyebab Kuku Cantengan

kuku

Kenapa kuku bisa cantengan?

Pertumbuhan kuku merupakan proses yang cukup rapuh — tanpa henti menyeimbangkan antara stres yang didapatkan oleh kuku dan upaya mempertahankan agar kuku tetap menempel di dasar kuku. Kuku yang bertumbuh terlalu cepat atau lambat dapat mengacaukan keseimbangan ini sehingga mengubah kelengkungan kuku keluar dari alur kuku.

Ujung pinggiran kuku yang tajam dapat berkembang keluar alur kuku yang semestinya dan jadi terdorong masuk menekan kulit, sehingga menyebabkan ingrown nail. Kuku jemari tangan tumbuh sangat lambat, tapi pola pertumbuhan kuku kaki Anda lebih lambat lagi. Ini sebabnya kuku kaki lebih rentan mengalami cantengan.

Pada awalnya, kulit di sekitar kuku cantengan mungkin terasa lunak, bengkak, atau mengeras. Namun jika terus dibiarkan, tekanan besar dari pemakaian kaki berkelanjutan, kuku kaki yang bertumbuh ke dalam dapat merobek kulit hingga ke dalam epidermis (lapisan kulit tengah). Bakteri dapat masuk melalui luka ini dan  kemudian menyebabkan peradangan, nyeri dan infeksi. Cantengan juga mungkin berdarah atau mengeluarkan

Gejala cantengan

Gejala cantengan yang umumnya terjadi, antara lain adalah:

  • Nyeri apabila kuku yang mengalami cantengan ditekan.
  • Terdapat penumpukan cairan di bagian jari kaki.
  • Perdarahan di kuku yang mengalami cantengan.
  • Keluarnya nanah berwarna putih atau kuning.
  • Peradangan pada kulit di ujung jari kaki.
  • Kulit jari kaki mengalami pertumbuhan berlebih.

Keluarnya darah, nanah dan pertumbuhan kulit berlebih pada kuku yang mengalami cantengan merupakan gejala infeksi pada kuku tersebut. Oleh karena itu, jika muncul gejala infeksi, kuku yang mengalami cantengan harus segera diobati agar tidak bertambah parah.

Penyebab Cantengan

Cantengan cukup sering terjadi, terutama disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  • Memotong kuku dengan tidak benar. Jika kuku jari kaki dipotong terlalu pendek atau menembus hingga ke bagian pinggiran kuku, dapat menyebabkan kulit jari kaki tumbuh tidak normal dan menembus kulit.
  • Bentuk kuku. Bentuk kuku yang seperti kipas menyebabkan kuku lebih mudah menusuk kulit.
  • Kaki berkeringat. Keringat pada kulit jari kaki dapat menyebabkan kuku menjadi lunak dan mudah rusak, sehingga terselip pada kulit.
  • Cedera kaki. Cedera pada kaki, misalnya akibat tersandung atau menendang benda keras secara tidak disengaja, dapat menyebabkan kerusakan kuku atau membuat kuku menancap pada kulit.
  • Menggunakan sepatu atau kaus kaki yang ketat dan sempit. Kaus kaki dan sepatu yang sempit akan menekan kuku kaki, sehingga dapat menembus kulit.
  • Kurang menjaga kebersihan kaki.
  • Faktor genetik.

Beberapa aktivitas fisik, terutama yang melibatkan tendangan kaki kepada benda keras, dapat memicu terjadinya cantengan. Contoh aktivitas fisik tersebut antara lain adalah:

  • Menari balet.
  • Sepak bola.
  • Rugby. 
  • Kickboxing. 

Karies Gigi

 

gigi

Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur jaringan keras gigi. Penyakit ini ditandai dengan gigi berlubang. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, kematian saraf gigi (nekrose) dan infeksi periapikal dan infeksi sistemik yang bisa membahayakan penderita, dan bahkan bisa berakibat kematian. Penyakit ini telah dikenal sejak masa lalu, berbagai bukti telah menunjukkan bahwa penyakit ini telah dikenal sejak zaman perunggu, zaman besi, dan zaman pertengahan. Peningkatan prevalensi karies banyak dipengaruhi perubahan dari pola makan. Kini, karies gigi telah menjadi penyakit yang tersebar di seluruh dunia.

Ada beberapa cara untuk mengelompokkan karies gigi. Walaupun apa yang terlihat dapat berbeda, faktor-faktor risiko dan perkembangan karies hampir serupa. Mula-mula, lokasi terjadinya karies dapat tampak seperti daerah berkapur namun berkembang menjad lubang coklat. Walaupun karies mungkin dapat saja dilihat dengan mata telanjang, kadang-kadang diperlukan bantuan radiografi untuk mengamati daerah-daerah pada gigi dan menetapkan seberapa jauh penyakit itu merusak gigi.

Lubang gigi disebabkan oleh beberapa tipe dari bakteri penghasil asam yang dapat merusak karena reaksi fermentasi karbohidrat termasuk sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Asam yang diproduksi tersebut memengaruhi mineral gigi sehingga menjadi sensitif pada pH rendah. Sebuah gigi akan mengalami demineralisasi dan remineralisasi. Ketika pH turun menjadi di bawah 5,5, proses demineralisasi menjadi lebih cepat dari remineralisasi. Hal ini menyebabkan lebih banyak mineral gigi yang luluh dan membuat lubang pada gigi.

Penyebab Karies Gigi

Secara umum, penyebab karies gigi adalah bakteri dan sisa makanan yang ada di mulut. Namun, sebenarnya jika dilihat lebih detail lagi, ada beberapa penyebab secara khusus, yaitu:

1. Periode Usia

Periode usia memegang peranan yang cukup signifikan terhadap timbulnya karies gigi. Mengapa? Hal ini sangat berkaitan erat dengan tanggung jawab dalam menjaga kesehatan gigi. Periode usia balita hingga 10-12 tahun saat anak memiliki gigi campuran antara gigi susu dan gigi permanen adalah yang pertama rentan terhadap karies gigi. Di periode ini, mereka belum memiliki kesadaran lebih untuk menjaga kesehatan gigi.

Selanjutnya, periode pubertas saat usia 14 hingga 20 tahun juga rentan dengan karies gigi. Di usia ini, sering terjadi perubahan hormonal yang berpotensi menyebabkan pembengkakan pada gusi. Saat-saat seperti ini, kebersihan gigi sangat mungkin terabaikan. Selain itu, pengawasan dari orang tua sering kali mulai longgar, sehingga sangat mungkin anak pada periode ini malas menggosok gigi.

Periode usia lainnya adalah pada usia sekitar 40 hingga 50 tahun. Di usia-usia ini, sudah terjadi retraksi pada gusi sehingga menyebabkan makanan lebih mudah masuk ke dalam sela-sela gigi dan gusi. Akibatnya, sisa makanan jadi lebih sulit dibersihkan dan memperbesar potensi terjadinya karies gigi.

2. Kerentanan Permukaan Gigi

Kondisi fisik yang berbeda pada tiap-tiap orang memungkinkan adanya perbedaan pada morfologi gigi dan volume air ludah. Morfologi gigi yang luas dan lebar dengan bentuk gigi yang besar-besar memiliki potensi terjadi plak yang lebih banyak jika tidak rutin menggosok gigi. Begitu pula dengan volume air ludah, penelitian membuktikan bahwa mereka yang memiliki volume air ludah sedikit jauh lebih rentan terhadap karies gigi daripada yang punya volume banyak.

3. Bakteri

Tidak semua bakteri dalam mulut menjadi penyebab karies gigi. Bahkan hanya sedikit yang menyebabkan karies gigi, lebih banyak yang berguna untuk mencerna makanan. Yang jadi masalah adalah bakteri kariogenik atau pembawa masalah karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan Lactobacilli. Bakteri kariogenik adalah kunci awal mula karies gigi karena mampu mengubah karbohidrat yang dapat diragikan menjadi asam yang merusak enamel gigi.

4. Plak Gigi

Plak gigi terbentuk dari berbagai bahan seperti sisa-sisa sel jaringan mulut, mucin, leukosit, limposit, sampai dari sisa-sisa makanan. Plak yang tidak dibersihkan akan segera menumpuk dan memudahkan bakteri menempel pada plak dan menyebabkan kerusakan gigi.

Cara Mengatasi Karies Gigi

Karies gigi tentu merupakan hal yang harus segera Anda atasi. Untuk itu, ada beberapa cara bagi Anda, yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi karies gigi.

1. Pembersihan di Dokter Gigi

Cara terbaik untuk mengatasi karies adalah lewat perawatan karies gigi oleh dokter gigi. Dokter akan mengecek kondisi gigi Anda dengan saksama sebelum melakukan tindakan yang diperlukan. Tergantung pada kondisi karies gigi, dokter mungkin melakukan beberapa tindakan seperti membersihkan, menambah fluoride, serta menambal gigi yang rusak.

2. Terapi Fluoride

Dokter selalu menyarankan untuk menggunakan pasta gigi dengan fluoride, namun jika saat pemeriksaan dirasa kurang, maka Anda bisa diberi terapi fluoride. Terapi fluoride diberikan melalui suplemen yang memudahkan gigi untuk mendapatkan fluoride dalam jumlah yang dibutuhkan. Untuk pengaplikasiannya, suplemen fluoride umumnya dioleskan langsung di gigi.

3. Penambalan Gigi

Gigi yang terkena karies, dibuang jaringan lunaknya yang terinfeksi dengan pengeboran dan lalu dilakukan penutupan dengan bahan tambal gigi.

4. Perbaikan Saluran Akar Gigi

Karies yang menyerang bagian akar gigi bisa menimbulkan kerusakan serius pada kanal akar gigi dan bagian pulpa gigi.  Pada proses ini, bagian pulpa gigi akan dibersihkan dan dibuang, kemudian dokter akan memberikan obat anti infeksi dan menunggu agar kondisi pulpa bersih dan bebas infeksi. Setelah itu, pulpa gigi akan diganti dengan material buatan. Proses ini mirip dengan tambal gigi, dan memang biasanya secara umum orang menyebutnya sebagai tambal gigi saja.

5. Pencabutan Gigi

Jika dokter menganggap bahwa kerusakan gigi karena karies telah sampai tahap yang paling parah hingga menyebabkan gigi berlubang dan sudah merusak hampir keseluruhan mahkota gigi atau bagian struktural gigi, dokter akan menyarankan untuk mencabut gigi tersebut. Pencabutan gigi bertujuan untuk menghentikan penyebaran karies gigi dan menghindari terjadinya masalah gigi lain akibat gigi berlubang.

Pencegahan Karies Gigi

Sebelum timbul karies gigi dan terjadi masalah yang lebih serius seperti gigi berlubang, sangat dianjurkan untuk melakukan tindakan-tindakan pencegahan sejak dini. Bahkan, kebiasaan untuk melakukan pencegahan terhadap karies gigi dan berbagai masalah gigi lainnya sebaiknya dimulai sejak kecil. Orang tua perlu membimbing dan membiasakan anak untuk selalu menjaga kesehatan gigi. Nah, berikut tips-tips pencegahan karies gigi yang bisa segera Anda lakukan!

1. Sikat Gigi Secara Teratur

Tidak ada kebiasaan membersihkan gigi yang lebih baik dari gosok gigi. Membiasakan diri untuk menggosok gigi minimal dua kali sehari bisa mencegah terjadinya karies gigi. Penggunaan pasta gigi dengan fluoride juga wajib selama menggosok gigi. Fluoride pada pasta gigi akan membantu untuk melawan pengikisan mineral penting pada permukaan gigi.

Namun perlu diingat bahwa penggunaan pasta gigi dengan fluoride bukanlah untuk memulihkan enamel gigi yang terkikis, sebab jika enamel sudah terkikis cukup dalam, maka penggunaan pasta gigi berfluoride tidak akan mampu untuk menutupinya. Penggunaan pasta gigi dengan fluoride pada kondisi ini lebih bertujuan untuk memperlambat berkembangnya karies gigi. Jadi, tindakan untuk mengatasi karies gigi lebih lanjut sangat diperlukan dan tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan dokter gigi demi hasil yang maksimal. Gunakan pasta gigi Pepsodent Expert Protection yang memiliki kandungan microgranules dan zinc-citrate yang dapat memberikan perlindungan yang menyeluruh untuk kesehatan gigi dan mulut keluarga Anda.

2. Berkumur dengan Mouthwash

Karies gigi juga bisa dihindari dengan lebih maksimal jika Anda menggunakan mouthwash sebagai penutup setelah menggosok gigi atau setelah makan. Mouthwash dengan kandungan pembunuh bakteri jahat di mulut sangat bermanfaat untuk mencegah bakteri berkembang biak dan memakan sisa makanan yang ada di sela-sela gigi dan gusi.

3. Gunakan Dental Floss

Mengingat salah satu penyebab karies gigi adalah plak, maka penggunaan dental floss sangat disarankan untuk membantu membersihkan plak secara sempurna. Menggosok gigi saja terkadang masih menyisakan sebagian plak yang memang menempel erat pada gigi.

4. Konsumsi Makanan dan Minuman yang Aman

Memperhatikan pola makan, diet, dan frekuensi makanan adalah salah satu cara untuk mencegah munculnya karies pada gigi. Mengapa? Karena karies pada gigi umumnya muncul karena makanan-makanan dengan karbohidrat tinggi serta makanan manis-manis yang mengandung gula atau cokelat. Oleh karena itu, memakan makanan yang aman untuk gigi bisa membantu menghindarkan karies pada gigi. Buah-buahan dan sayur merupakan makanan alami yang tergolong aman untuk gigi.

Frekuensi memakan makanan juga perlu jadi pertimbangan. Asam yang ada di mulut membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam untuk dinetralkan oleh air ludah. Jika frekuensi makan makanan asam Anda tergolong sering, maka sangat besar kemungkinannya jika asam dalam mulut belum sempat dinetralkan sepenuhnya lalu sudah ada tambahan lagi dari makanan yang baru masuk ke dalam mulut. Dampaknya, mulut terus menerus mengandung asam dan membuat risiko kemunculan karies gigi meningkat.

Dewasa ini, banyak minuman yang kurang baik untuk kesehatan gigi beredar dengan luas di masyarakat. Beberapa contoh minuman adalah minuman bersoda ataupun jenis soft drink lainnya. Kebanyakan minuman soda atau soft drink memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Hal ini memungkinkan sisa-sisa minuman di dalam mulut ikut membantu bakteri jahat di mulut untuk berkembang biak dan merusak gaga secara perlahan. Sebaiknya Anda mengganti kebiasaan minum minuman bersoda dan tinggi gula dengan air putih biasa saja. Air putih memiliki kadar asam yang netral dan membantu untuk membilas mulut setelah makan.

5. Cek Kesehatan Gigi secara Reguler

Memeriksakan kondisi kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi adalah keharusan yang perlu dilakukan minimal dua kali dalam satu tahun. Dengan adanya pemeriksaan rutin dari dokter gigi, maka karies gigi bisa dibersihkan secara rutin dan bahkan mencegah karies meluas. Dokter gigi juga bisa menyarankan tindakan-tindakan pencegahan yang paling tepat sesuai dengan kondisi karies gigi Anda.

 

 

Cara Merawat Kulit dari Polusi

er

Cara-cara sederhana, namun penting, yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak kerusakan kulit akibat polusi.

  • Rajin Membersihkan Kulit
    Menghindari polusi bisa dikatakan sangatlah mustahil, oleh karena itu, Anda senantiasa harus berusaha meminimalkan dampak yang diakibatkan polusi terhadap kulit Anda. Bantu kulit dengan cara selalu membersihkannya. Cuci muka setiap hari dengan sabun yang lembut di kulit. Luruhkan sel-sel kulit mati agar kulit bisa membentuk lapisan baru dengan cara melakukan scrubbing (pastikan Anda tidak menggunakan produk yang membuat kulit semakin kering), dan selalu aplikasikan pelembap.
  • Jangan merokok
    Merokok menyebabkan kulit keriput, timbulnya kerutan pada wajah, kelopak mata menjadi kendur, pewarnaan kulit menjadi tidak merata, kulit menjadi kasar dan kering. Hindari asap rokok sebisa mungkin karena asap rokok dapat merusak struktur kulit Anda.
  • Gunakan Tabir Surya
    Kombinasi polusi udara dan cahaya ultraviolet (UV) dapat melipatgandakan dampak buruk radiasi UV pada kulit. Oleh sebab itu, gunakan tabir surya dengan SPF minimal 15 atau lebih. Kulit Anda membutuhkan perlindungan sinar UV untuk membantu mengurangi risiko kanker kulit dan tanda-tanda penuaan dini. Anda bisa memilih tabir surya yang mengandung zinc atau titanium dioxide yang dapat menghalangi penyerapan sinar ultraviolet pada kulit.
  • Asupan antioksidan
    Guna mencegah penuaan dini akibat polusi, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Karena antioksidan dipercaya dapat melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul berbahaya yang disebut radikal bebas. Sumber antioksidan terbaik adalah buah dan sayuran. Beberapa sumber antioksidan antara lain anggur merah, teh, kiwi, brokoli, tomat, mangga, jeruk, wortel, kacang-kacangan, bayam,asparagus, blueberry, serta sayuran hijau.

Polusi memang sulit dihindari, baik di ruangan terbuka maupun tertutup. Anda tidak akan pernah terlindungi sepenuhnya dari polusi. Kulit Anda adalah organ pertama yang terpajan semua zat berbahaya tersebut. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat Anda tinggal dan bekerja, melakukan perawatan kulit, dan tak lupa mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan kandungan antioksidan. Jika polusi udara berdampak buruk bagi kesehatan dan juga kulit Anda, segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Merawat Kulit dari Polusi

Kulit kering

Partikel mikroskopik yang terkandung dalam polusi tidak dapat dilihat dengan mata dan dapat mengendap di bagian terdalam kulit. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi pada kulit Anda. Ciri-cirinya adalah kulit yang terasa kasar, tipis, dan kering.

Kulit kusam

Tahukan Anda, bintik-bintik gelap yang kerap muncul pada kulit juga bisa terjadi akibat paparan polusi? Ya, partikel polusi memicu adanya peradangan kaskade yang lama-lama akan menyebabkan hiperpegmentasi yang berujung pada munculnya bintik gelap pada kulit.

Penuaan dini

Polusi udara yang telah bercampur dengan debu dan kotoran serta minyak pada kulit Anda bisa menyebabkan berbagai masalah pada kulit. Salah satunya menimbulkan kerutan pada kulit yang berujung pada penuaan dini.

Sebuah studi juga menemukan, zat yang terkandung dalam polusi, seperti nitrogen dioksida (NO2) dapat menyebabkan terjadinya penuaan dini pada kulit.

Penyakit kulit

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, polusi dapat memberikan efek negatif pada kulit. Karena kulit dapat menyerap beragam polutan yang ada di udara, polusi dapat memperburuk penyakit kulit seperti eksim, psoriasis, jerawat, hingga memicu timbulnya kanker kulit.

Selain melindungi kulit dari dalam dengan mengonsumsi vitamin C dan E, penting bagi Anda untuk melakukan perawatan dari luar. Salah satunya dengan rutin mengoleskan tabir surya pada kulit Anda.

Mengingat polusi telah menjadi bagian dari kehidupan Anda dan tak bisa dihindari, memilih produk perawatan kulit yang tepat adalah kunci utama untuk melindungi kulit Anda dari polusi. Pilih produk yang didesain khusus untuk melawan polusi.

Tak hanya mengandung SPF yang melindungi kulit dari sinar matahari, kandungan PPF (pollution protection) juga harus terdapat dalam produk perawatan kulit Anda agar terlindung maksimal dari polusi.

Tanda dan Gejala Stroke

 

 

 

 

n,k

stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akSan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati.

Ada 3 jenis kondisi

1. Stroke iskemik

Penyakit stroke iskemik adalah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah yang menyuplai darah ke area otak terhalang oleh bekuan darah. Jenis penyakit ini bertanggung jawab atas 87 persen dari total kasus penyakit ini

Bekuan darah sering diakibatkan oleh aterosklerosis, yang merupakan penumpukan timbunan lemak di lapisan dalam pembuluh darah. Sebagian dari timbunan lemak ini bisa lepas dan memblokir aliran darah di otak Anda. Konsepnya mirip dengan serangan jantung, di mana gumpalan darah menghalangi aliran darah ke sebagian jantung Anda.

Kondisi ini bersifat embolik, yang berarti bekuan darah berasal dari bagian lain di tubuh Anda dan kemudian berpindah menuju ke otak, lalu biasanya dari jantung dan arteri besar di dada bagian atas dan leher.

Diperkirakan 15 persen kasus embolik ini disebabkan oleh kondisi yang disebut fibrilasi atrial In adalah sebuah kondisi yang membuat jantung Anda berdetak tidak teratur. Ini menciptakan kondisi di mana gumpalan bisa terbentuk di jantung, terlepas, dan berjalan ke otak. Bekuan darah yang menyebabkan kondisi ini tidak akan hilang tanpa pengobatan.

2. Stroke hemoragik

Penyakit stroke hemoragik terjadi saat pembuluh darah di otak mengalami kebocoran atau pecah. Stroke hemoragik menyumbang sekitar 13 persen dari total kasus penyakit ini

Kondisi ini berawal dari pembuluh darah yang melemah, kemudian pecah dan menumpahkan darah ke sekitarnya. Darah yang bocor jadi menumpuk dan menghambat jaringan otak di sekitarnya. Kematian atau koma panjang akan terjadi jika pendarahan berlanjut.

Ada dua jenis stroke hemoragik. Pertama adalah aneurisma, yang menyebabkan sebagian pembuluh darah melemah hingga mengembang layaknya balon dan kadang pecah. Lalu  lainnya adalah malformasi arteriovenosa, yaitu kondisi pembuluh darah yang terbentuk secara abnormal. Jika pembuluh darah semacam itu pecah, bisa menyebabkan stroke hemoragik.

3. Stroke ringan

Transient ischemic attack (TIA) atau sering disebut stroke ringan adalah kekurangan darah pada sistem saraf yang berlangsung singkat, biasanya kurang dari 24 jam atau bahkan hanya dalam beberapa menit. Kondisi ini terjadi saat bagian otak tidak mendapat pasokan darah yang cukup. Anda memiliki risiko stroke ringan yang lebih tinggi apabila Anda pernah mengalami transient ischemic attack.

Seberapa umumkah penyakit stroke?

Penyakit stroke dapat terjadi pada golongan usia berapapun. Anda dapat meminimalisir terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala stroke?

Gejala stroke cenderung terjadi secara tiba-tiba dan hanya selalu menyerang satu sisi bagian tubuh. Hal ini semakin memburuk dalam jangka waktu 24 sampai 72 jam. Gejala yang biasa terjadi termasuk:

  • Sakit kepala tiba-tiba
  • Kehilangan keseimbangan, bermasalah dengan berjalan
  • Kelelahan
  • Kehilangan kesadaran atau koma
  • Vertigo dan pusing
  • Penglihatan yang buram dan menghitam
  • Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi bagian tubuh di wajah, tangan, kaki
  • Adanya masalah dengan berbicara dan pendengaran.

tips tubuh ideal

index

1. Sayur
Pastikan setengah dari porsi makanan Anda terisi sayuran. Sayur-sayuran mengandung serat dan air yang akan memperlancar pencernaan dan menjaga berat tubuh Anda.

2. Porsi Kecil
Jika Anda ingin tetap langsing, selalu pesan makanan Anda dalam porsi kecil. Ahli gizi, Stephanie Middleberg, MS, RD, CDN menyarankan untuk selalu memesan dalam ukuran kecil, baik untuk kopi, sup, atau frozen yogurt.

3. Salad atau Sup
Sebelum masuk ke menu utama, jangan lupa untuk memesan salad atau sup dibanding sekeranjang roti atau lainnya. Salad dan sup mengandung sedikit kalori namun bisa mengisi perut, sehingga Anda tidak butuh makan banyak saat makanan utama keluar nanti.

4. Sisakan Makanan
Sebelum mulai makan, biasakan untuk menyisihkan seperempat porsi makanan Anda. Bagi sisa makanan Anda dengan teman atau pasangan ketika makan bersama.

5. Minum Banyak Air
Kadang Anda tidak menyadari apakah Anda benar-benar lapar, atau hanya haus? Untuk itu, cobalah minum segelas air tiap saat Anda merasa ingin mengkonsumsi sesuatu. Anda juga bisa tambahkan perasan lemon untuk memberi rasa dan tambahan vitamin.

6. Hindari Makan di Depan Televisi
Ketika menonton film, memang menyenangkan jika ditemani cemilan favorit. Namun tanpa disadari, Anda akan terus mengunyah dan sulit untuk berhenti makan. Jika perut terasa lapar ketika sedang menonton, ambil cemilan yang kaya akan serat atau makanlah buah-buahan.

7. Gandum
Mengkonsumsi makanan yang mengandung gandum utuh seperti roti gandum, akan lebih baik dibanding roti tawar biasa. Gandum akan membuat perut kenyang lebih lama, menjaga level gula darah dan memberi tubuh vitamin dan mineral. Berbeda dengan roti tawar yang terbuat dari tepung terigu yang akan berubah menjadi lemak jika tidak segera dibakar.

8. Sarapan
Sebelum memulai aktifitas sehari-hari, jangan lupa untuk sarapan. Sarapan bermanfaat untuk proses metabolisme dan juga mencegah Anda untuk mengonsumsi kalori yang berlebih pada malam hari.

9. Mulai Berolahraga
Olahraga sangat baik untuk kesehatan dan juga menjaga bentuk tubuh. Tidak perlu selalu ke gym untuk tetap sehat, mulailah dengan kebiasaan sehari-hari seperti berjalan kaki atau naik-turun tangga minimal 3 jam dalam seminggu.

10. Hindari Makan Menjelang Tidur
Cara lain untuk menjaga berat badan adalah tidak makan sebelum Anda tidur. Kalori memberi energi pada tubuh, dan Anda tidak memerlukan energi ketika tidur.

11. Jangan Konsumsi Gula Sachet
Menikmati kopi atau teh akan terasa kurang tanpa manisnya gula. Namun hindari menggunakan gula kemasan atau sachet. Cukup satu sendok teh gula bila Anda ingin menambahkan rasa manis pada minuman Anda, atau bisa juga mengganti gula dengan madu atau sirup maple.

12. Makanan Kecil
Sebelum pergi jalan-jalan dengan orang terdekat, pastikan Anda memakan sesuatu seperti buah atau sayur agar perut tidak terasa kosong. Jika Anda pergi dengan keadaan perut kosong, Anda akan memesan makanan yang lebih dari kebutuhan Anda.

Ilustrasi BMI

Misalnya, Anda ingin mencari tahu apakah Anda normal atau obesitas. Anda memiliki berat badan 80 kilogram dan tinggi 1,75 m (175 centimeter).

Pertama, kalikan tinggi badan dalam kuadrat: 1,75 x 1,75 = 3,06. Selanjutnya, bagi angkat berat badan dengan hasil kuadrat tinggi badan: 80/3,06 = 26,1. Terakhir, bandingkan angka BMI Anda (26,1) dengan kategori berat badan yang tercantum di bawah ini:

  • Di bawah 18,5 = Berat badan kurang
  • 18,5 – 22,9 = Berat badan normal
  • 23 – 29,9 = Berat badan berlebih (kecenderungan obesitas)
  • 30 ke atas = obesitas

Dengan begitu, angka BMI alias indeks massa tubuh Anda menyatakan bahwa Anda memiliki kelebihan berat badan.

Gizi dan Nutrisi

Nutrisi atau gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan.Penelitian di bidang nutrisi mempelajari hubungan antara makanan

dan minuman terhadap kesehatan dan penyakit, khususnya dalam menentukan diet yang optimal. Pada masa lalu, penelitian mengenai nutrisi hanya terbatas pada pencegahan penyakit kurang gizi dan menentukan kebutuhan dasar (standar) nutrisi pada makhluk hidup. Angka kebutuhan nutrisi (zat gizi) dasar ini dikenal di dunia internasional dengan istilah Recommended Daily Allowance (RDA).Seiring dengan perkembangan ilmiah di bidang medis dan biologi molekular, bukti-bukti medis menunjukkan bahwa RDA belum mencukupi untuk menjaga fungsi optimal tubuh dan mencegah atau membantu penanganan penyakit kronis. Bukti-bukti medis menunjukkan bahwa akar dari banyak penyakit kronis adalah stres oksidatif yang disebabkan oleh berlebihnya radikal bebas di dalam tubuh. Penggunaan nutrisi dalam level yang optimal, dikenal dengan Optimal Daily Allowance (ODA), terbukti dapat mencegah dan menangani stres oksidatif sehingga membantu pencegahan penyakit kronis. Level optimal ini dapat dicapai bila jumlah dan komposisi nutrisi yang digunakan tepat. Dalam penanganan penyakit, penggunaan nutrisi sebagai pengobatan komplementer dapat membantu efektifitas dari pengobatan dan pada saat yang bersamaan mengatasi efek samping dari pengobatan. Karena itu, nutrisi / gizi sangat erat kaitannya dengan kesehatan yang optimal dan peningkatan kualitas hidup. Hasil ukur bisa dilakukan dengan metode antropometri.Sedangkan ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan makanan dan minuman terhadap kesehatan tubuh manusia agar tidak mengalami penyakit gangguan gizi, di mana gangguan gizi sendiri adalah sebuah penyakit yang diakibatkan oleh kurangnya zat-zat vitamin tertentu sehingga mengakibatkan tubuh kita mengalami gangguan gizi.

Kebutuhan nutrisi

Tingginya kebutuhan energi dan nutrien pada remaja dikarenakan perubahan dan pertambahan berbagai dimensi tubuh (berat badan, tinggi badan), massa tubuh serta komposisi tubuh sebagai berikut:

Tinggi badan

  • Sekitar 15 – 20% tinggi badan dewasa dicapai pada masa remaja.
  • Percepatan tumbuh anak lelaki terjadi lebih belakangan serta puncak ypercepatan lebih tinggi dibanding anak perempuan. Pertumbuhan linear dapat melambat atau terhambat bila kecukupan makanan / energi sangat kurang atau energy expenditure meningkat misal pada atlet.

Berat badan

  • Sekitar 25 – 50% final berat badan ideal dewasa dicapai pada masa remaja.
  • Waktu pencapaian dan jumlah penambahan berat badan sangat dipengaruhi yasupan makanan / energi dan energy expenditure.

Komposisi tubuh

  • Pada masa pra-pubertas proporsi jaringan lemak dan otot maupun massa ytubuh tanpa lemak (lean body mass) pada anak lelaki dan perempuan sama.
  • Anak lelaki yang sedang tumbuh pesat, penambahan jaringan otot lebih ybanyak daripada jaringan lemak secara proporsional, demikian pula massa tubuh tanpa lemak dibanding anak perempuan.
  • Jumlah jaringan lemak tubuh pada orang dewasa normal adalah 23% pada yperempuan dan 15% pada lelaki.
  • Sekitar 45% tambahan massa tulang terjadi pada masa remaja dan pada yakhir dekade ke-dua kehidupan 90% massa tulang tercapai.
  • Terjadi kegagalan penambahan massa tulang pada perempuan dengan ypubertas terlambat sehingga kepadatan tulang lebih rendah pada masa dewasa. Nutrisi merupakan salah satu faktor lingkungan yang turut menentukan awitan pubertas.
  • Pemantauan pertumbuhan selama pubertas dapat menggunakan indeks TB/U, BB/TB dan IMT/U (indeks massa tubuh menurut umur). Rumus IMT = BB/TB.

Nutrisi pada masa remaja hendaknya dapat memenuhi beberapa hal di bawah ini:

  1. Mengandung nutrien yang diperlukan untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif serta maturasi seksual.
  2. Memberikan cukup cadangan bila sakit atau hamil.
  3. Mencegah awitan penyakit terkait makanan seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, osteoporosis dan kanker.
  4. Mendorong kebiasaan makan dan gaya hidup sehat.

Pada remaja yang sedang mengalami pertumbuhan fisik pesat serta perkembangan dan maturasi seksual, pemenuhan kebutuhan nutrisi merupakan hal yang mutlak dan hakiki. Defisiensi energi dan nutrien yang terjadi pada masa ini dapat berdampak negatif yang dapat melanjut sampai dewasa. Kebutuhan nutrisi remaja dibahas berikut ini:

Energi

Kebutuhan energi remaja dipengaruhi oleh aktivitas, metabolisme basal dan peningkatan kebutuhan untuk menunjang percepatan tumbuh-kembang masa remaja. Metabolisme basal (MB) sangat berhubungan erat dengan jumlah massa tubuh tanpa lemak (lean body mass) sehingga MB pada lelaki lebih tinggi daripada perempuan yang komposisi tubuhnya mengandung lemak lebih banyak. Karena usia saat terjadinya percepatan tumbuh sangat bervariasi, maka perhitungan kebutuhan energi berdasarkan tinggi badan (TB) akan lebih sesuai.

Percepatan tumbuh pada remaja sangat rentan terhadap kekurangan energi dan nutrien sehingga kekurangan energi dan nutrien kronik pada masa ini dapat berakibat terjadinya keterlambatan pubertas dan atau hambatan pertumbuhan.

Protein

Kebutuhan protein pada remaja ditentukan oleh jumlah protein untuk rumatan masa tubuh tanpa lemak dan jumlah protein yang dibutuhkan untuk peningkatan massa tubuh tanpa lemak selama percepatan tumbuh. Kebutuhan protein tertinggi pada saat puncak percepatan tinggi terjadi (perempuan 11-14 tahun, lelaki 15-18 tahun) dan kekurangan asupan protein secara konsisten pada masa ini dapat berakibat pertumbuhan linear berkurang, keterlambatan maturasi seksual serta berkurangnya akumulasi massa tubuh tanpa lemak.

Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam makanan, selain juga sebagai sumber serat makanan. Jumlah yang dianjurkan adalah 50% atau lebih dari energi total serta tidak lebih dari 10-25% berasal dari karbohidrat sederhana seperti sukrosa atau fruktosa.

Di Amerika Serikat, konsumsi minuman ringan (soft drinks) memasok lebih dari 12% kalori yang berasal dari karbohidrat dan konsumsinya meningkat 3 kali lipat pada dua dekade terakhir ini. Penelitian Josep di Jakarta (2010) pada remaja siswa SMP didapatkan bahwa siswa yang mengonsumsi minuman bersoda 3-4 kali per minggu berisiko untuk terjadi gizi lebih.

Lemak

Tubuh manusia memerlukan lemak dan asam lemak esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan normal. Pedoman makanan di berbagai negara termasuk Indonesia (gizi seimbang), menganjurkan konsumsi lemak tidak lebih dari 30% dari energi total dan tidak lebih dari 10% berasal dari lemak jenuh.

Sumber utama lemak dan lemak jenuh adalah susu, daging (berlemak), keju, mentega / margarin, dan makanan seperti cake, donat, kue sejenis dan es krim, dan lain-lain.

Mineral

Kalsium (Ca). Kebutuhan kalsium pada masa remaja merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu kehidupan karena remaja mengalami pertumbuhan skeletal yang dramatis. Sekitar 45% dari puncak pembentukan massa tulang berlangsung pada masa remaja, sehingga kecukupan asupan kalsium menjadi sangat penting untuk kepadatan masa tulang serta mencegah risiko fraktur dan osteoporosis. Pada usia 17 tahun, remaja telah mencapai hampir 90% dari masa tulang dewasa, sehingga masa remaja merupakan peluang (window of opportunity) untuk perkembangan optimal tulang dan kesehatan masa depan.

Angka kecukupan asupan kalsium yang dianjurkan untuk kelompok remaja adalah 1.300 mg per hari. Susu merupakan sumber kalsium terbaik, disusul keju, es krim, yogurt. Kini banyak makanan dan minuman yang difortifikasi dengan kalsium yang setara dengan kandungan kalsium pada susu (300mg per saji). Terdapat pula kalsium dalam bentuk sediaan farmasi (dalam bentuk karbonat, sitrat, laktat atau fosfat) dengan absorpsi sekitar 25-35%. Preparat kalsium akan diabsorpsi lebih efisien bila dikonsumsi bersama makanan dengan dosis tidak lebih dari 500 mg.

Zat besi (Fe). Seperti halnya kalsium, kebutuhan zat besi pada remaja baik perempuan maupun lelaki meningkat sejalan dengan cepatnya pertumbuhan dan bertambahnya massa otot dan volume darah. Pada remaja perempuan kebutuhan lebih banyak dengan adanya menstruasi. Kebutuhan pada remaja lelaki 10-12 mg/hari dan perempuan 15 mg/hari. Besi dalam bentuk neme yang
terdapat pada sumber hewani lebih mudah diserap dibanding besi non-heme yang terdapat pada biji-bijian atau sayuran.

Seng (Zn).Seng berperan sebagai metalo-enzyme pada proses metabolisme serta penting pada pembentukan protein dan ekspresi gen. Konsumsi seng yang adekuat penting untuk proses percepatan tumbuh dan maturasi seksual. Seperti halnya dengan kekurangan energi dan protein, kekurangan seng dapat mengakibatkan hambatan pada pertumbuhan dan kematangan seksual. Daging merah, kerang dan biji-bijian utuh merupakan sumber seng yang baik.

Vitamin

Vitamin A. Selain penting untuk fungsi penglihatan, vitamin A juga diperlukan untuk pertumbuhan, reproduksi dan fungsi imunologik. Kekurangan vitamin A awal ditandai dengan adanya buta senja. Sumber vitamin A utama : serealia siap saji, susu, wortel, margarin dan keju. Sumber β- karoten sebagai pro-vitamin A yang sering dikonsumsi remaja berupa wortel, tomat, bayam dan sayuran hijau lain, ubi jalar merah dan susu.

Vitamin E. Vitamin E dikenal sebagai antioksidan yang penting pada remaja karena pesatnya pertumbuhan. Meningkatnya konsumsi makanan yang mengandung vitamin E merupakan tantangan karena makanan sumber vitamin E umumnya mengandung lemak tinggi.

Vitamin C . Keterlibatannya dalam pembentukan kolagen dan jaringan ikat menyebabkan vitamin ini menjadi penting pada masa percepatan pertumbuhan dan perkembangan. Status vitamin C pada remaja perokok lebih rendah walaupun telah mengonsumsinya dalam jumlah cukup dikarenakan stres oksidatif sehingga mereka memerlukan tambahan vitamin C hingga 35 mg per hari.

Folat. Folat berperan pada sintesis DNA, RNA dan protein sehingga kebutuhan folat meningkat pada masa remaja. Kekurangan folat menyebabkan terjadinya anemia megaloblastik dan kecukupan folat pada masa sebelum dan selama kehamilan dapat mengurangi kejadian spina bifida pada bayi.

Lain-lain

Serat (fiber). Serat makanan penting untuk menjaga fungsi normal usus dan mungkin berperan dalam pencegahan penyakit kronik seperti kanker, penyakit jantung koroner dan diabetes mellitus tipe-2. Asupan serat yang cukup juga diduga dapat menurunkan kadar kolesterol darah, menjaga kadar gula darah dan mengurangi risiko terjadinya obesitas. Kebutuhan serat per hari dapat dihitung dengan rumus : ( umur + 5 ) gram dengan batas atas sebesar ( umur + 10 ) gram.

Masalah nutrisi pada remaja

Masalah nutrisi utama pada remaja adalah defisiensi mikronutrien, khususnya anemia defisiensi zat besi, serta masalah malnutrisi, baik gizi kurang dan perawakan pendek maupun gizi lebih sampai obesitas dengan ko-morbiditasnya yang keduanya seringkali berkaitan dengan perilaku makan salah dan gaya hidup.

Laporan hasil beberapa penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kebanyakan remaja kekurangan vitamin dan mineral dalam makanannya antara lain folat, vitamin A dan E, Fe, Zn, Mg, kalsium dan serat. Hal ini lebih nyata pada perempuan dibanding lelaki, tetapi sebaliknya tentang asupan makanan yang berlebih (lemak total, lemak jenuh, kolesterol, garam dan gula) terjadi lebih banyak pada lelaki daripada perempuan.

Isu masalah nutrisi pada remaja

  1. Defisiensi besi, anemia defisiensi besi dan defisiensi mikronutrien lain.
    Anemia merupakan masalah nutrisi utama pada remaja dan umumnya pola makan salah sebagai penyebabnya di samping infeksi dan menstruasi. Prevalensi anemia pada remaja cukup tinggi. Sukarjo dkk di Jawa Timur (2001) mendapatkan prevalensi sebesar 25.8% pada remaja perempuan dan 12.1% pada remaja lelaki usia 12-15 tahun, sedangkan laporan Sunarno dan Untoro (2002) pada SKRT 1995 menunjukkan angka 45.8% dan 57.1% masing-masing pada anak sekolah lelaki dan perempuan usia 10-14 tahun. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan defisiensi besi dengan gangguan proses kognitif yang membaik setelah mendapat suplementasi zat besi.
  2. Gizi kurang dan perawakan pendek
    Perawakan pendek pada remaja seringkali ditemukan pada populasi dengan kejadian malnutrisi tinggi, prevalensi berkisar antara 27 – 65% pada 11 studi oleh ICRW (International Centre for Research on Women). Gizi kurang kronik yang mengakibatkan perawakan pendek merupakan penyebab terjadinya hambatan pertumbuhan dan maturasi, memperbesar risiko obstetrik, dan berkurangnya kapasitas kerja.
  3. Obesitas
    Obesitas pada masa remaja cenderung menetap hingga dewasa dan makin lama obesitas berlangsung makin besar korelasinya dengan mortalitas dan morbiditas. Obesitas sentral (rasio lingkar pinggang dengan panggul) terbukti berkorelasi terbalik dengan profil lipid padal penelitian longitudinal Bogalusa. Obesitas juga menimbulkan masalah besar kesehatan dan sosial, dan pengobatan tidak saja memerlukan biaya tinggi tetapi seringkali juga tidak efektif. Karenanya pencegahan obesitas menjadi sangat penting dan remaja merupakan target utama.
  4. Perilaku dan pola makan remaja.
    Pola makan remaja seringkali tidak menentu yang merupakan risiko terjadinya masalah nutrisi. Bila tidak ada masalah ekonomi ataupun keterbatasan pangan, maka faktor psiko-sosial merupakan penentu dalam memilih makanan. Gambaran khas pada remaja yaitu : pencarian identitas, upaya untuk ketidaktergantungan dan diterima lingkungannya, kepedulian akan penampilan, rentan terhadap masalah komersial dan tekanan dari teman sekelompok (peer group) serta kurang peduli akan masalah kesehatan, akan mendorong remaja kepada pola makan yang tidak menentu tersebut. Kebiasaan makan yang sering terlihat pada remaja antara lain ngemil (biasanya makanan padat kalori), melewatkan waktu makan terutama sarapan pagi, waktu makan tidak teratur, sering makan fast foods, jarang mengonsumsi sayur dan buah ataupun produk peternakan (dairy foods) serta diet yang salah pada remaja perempuan. Hal tersebut dapt mengakibatkan asupan makanan tidak sesuai kebutuhan dan gizi seimbang dengan akibatnya terjadi gizi kurang atau malahan sebaliknya asupan makanan berlebihan menjadi obesitas. Remaja perempuan cenderung pada asupan makanan yang kurang, terlebih bila terjadi kehamilan.
    Di negara berkembang, sering terjadi gangguan perilaku makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia terutama pada perempuan yang berkorelasi dengan body image yang negatif. Karenanya penting membangun body image dan self esteem yang positif pada remaja dalam upaya promosi kesehatan dan gizi serta pencegahan obesitas.

Cara Menjaga Kesehatan Lingkungan

  1. Mulai Dari Lingkungan Rumah

Hal paling sederhana yang bisa kita lakukan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan adalah dengan menjaga kebersihan rumah dan halaman. Karena kebersihan rumah dan halaman akan membuat kita menjadi lebih terbiasa untuk membersihkan lingkungan lainnya. Pastikan kita selalu menyapu rumah setidaknya 2 kali sehari. Sapu juga halaman rumah setidaknya 2 kali dalam seminggu.

  1. Mendaur Ulang

Ada banyak jenis sampah yang akan mengotori lingkungan sekitar yang sebenarnya bisa didaur ulang dengan baik. Misalnya saja memanfaatkan kaleng dan botol bekas untuk dijadikan wadah apapun. Kaleng bekas bisa dirubah menjadi sebuah pot bunga dan kita bahkan bisa menghiasnya. Ini akan menjadi hal yang positif dibandingkan membiarkannya menjadi sampah yang menumpuk.

  1. Pembuatan Pupuk Kompos

Pupuk kompos bisa dibuat dari sampah organik. Daripada membiarkannya terbengkalai dan membusuk hingga menimbulkan bibit penyakit, lebih baik jika diolah menjadi pupuk kompos yang berguna bagi pertanian dan perkebunan.

  1. Tidak Membuang Sampah Sembarangan

Hal terpenting dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah untuk tetap membiasakan hal-hal baik seperti kebiasaan membuang sampah apada tempatnya. Jangan membiarkan sampah bertebaran dimana-mana tanpa peduli untuk membuangnya ditempatnya.

Bahkan, jika memungkinkan selalu menanamkan pada diri kita masing-masing untuk tetap menjaga kebersihan dengan memungut sampah yang berserakan di jalanan. Membuangnya pada tempat yang seharusnya walaupun kita bukanlah petugas kebersihan.

  1. Memisahkan Jenis Sampah

Menggunakan jenis tong sampah yang berbeda untuk sampah an organik dan sampah organik adalah hal yang baik. Karena sampah organik adalah sampah yang bisa diolah dan dijadikan pupuk. Sedangkan sampah an organik sebagian dari sampah tersebut juga bisa dijadikan furniture tertentu. Memisahkan kedua jenis sampah ini akan membantu dalam proses pengolahan.

  1. Kegiatan Gotong Royong

Hal penting lainnya adalah untuk selalu rutin membiasakan kebiasaan gotong royong sesama warga. Ini tidak hanya membantu membersihkan lingkungan sekitar, namun juga akan membantu dalam mempererat jalinan kerja sama antar warga.

Biasanya kegiatan gotong royong ini akan dilakukan setidaknya sekali dalam seminggu agar lingkungan benar-benar bersih dari sampah. Jadi, sangatlah penting untuk menjaga kekompakan antar warga agar bisa sama-sama untuk mewujudkan kebersihan lingkungan yang dibutuhkan oleh semua orang.

  1. Meremukkan Sampah

Kebanyakan sampah anorganik seperti botol plastik maupun kedus dan lainnya akan membuat volume sampah menjadi lebih banyak. Jadi, hal penting yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah volume sampah adalah dengan meremukkannya.

Meremukkan sampah ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang ada, namun juga berperan untuk meminimalisir penggunaan ulang sampah yang merugikan. Misalnya saja oknum yang menggunakan sampah botol minuman untuk digunakan kembali tanpa proses sterilisasi.

  1. Penghijauan

Siapa sangka untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, rindang dan asri bisa dilakukan dengan mudah. Salah satunya adalah dengan proses penghijauan. Ajaklah tetangga untuk menanam banyak bibit pohon di lingkungan sekitar.

Dengan banyaknya pepohonan yang ada maka lingkungan akan menjadi makin bersih dan asri. Tanaman akan mendaur ulang udara yang tidak sehat menjadi lebih sehat dan membuat kita menjadi lebih mudah mendapatkan udara yang bersih.

  1. Penutupan Saluran Air

Menutup saluran-saluran air yang ada juga merupakan tindakan yang bisa dilakukan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Karena biasanya saluran air yang terbuka akan memicu banyak orang membuang sampah sembarangan dan menjadikan saluran tersebut sebuah sarang sampah dan sumber berbagai penyakit.

10 Buat Lubang Sampah

Anda bisa emmbuat lubang khusus yang disediakan untuk memasukan sampah organik, hingga nantinya bisa terdaur ulang dan meminimalisir bau.  Kita tahu bahwa sampah organik akan emmbusuk dan akan menimbulkan bau yang tak sedap, oleh karena itu masukan kedalam lubang dan timbun kembali.

  1. Memperbanyak Tong Sampah

Orang-orang seringkali membuang sampah semabarangan dikarenakan kurangnya jumlah tong sampah yang tersedia. Jadi, perbanyaklah jumlah tong sampah di jalanan maupun di sekitar lingkungan perumahan.

  1. Sosialisasi

Melakukan penyuluhan atau sosialisasi adalah hal yang diperlukan agar orang-orang mengetahui bagaimana pentingnya upaya menjaga kebersihan lingkungan. Ini akan menyadarkan banyak orang akan bahaya lingkungan kotor dan memotivasi agar bisa menjaga kebersihan lingkungan.

Continue reading “Cara Menjaga Kesehatan Lingkungan”

Cara Menjaga Kesehatan Mata

1. Makan banyak buah-buahan dan sayuran

Wortel sarat akan beta karoten yang sangat membantu dalam menjaga kesehatan mata. Itu dikarenakan beta karoten merupakan antioksidan yang dapat mengurangi risiko degenerasi makula. 

2. Hindari memakai lensa kontak selama lebih dari 19 jam

Hal ini dapat menyebabkan kerusakan mata permanen serta ketidaknyamanan pada mata Anda. Jangan pula memakai kacamata terlalu lama.

3. Kurangi penggunaan tetes mata

Mengurangi pemakaian obat tetes mata. Menggunakan tetes mata untuk mengatasi mata merah boleh saja, namun hanya sesekali. Jika berlebihan, itu malah akan merusak kesehatan mata Anda.

4. Gunakan mentimun

Gunakan mentimun untuk mengompres kelopak mata Anda. Taruh irisan mentimun yang dingin dan lembut di atas kelopak mata selama 10 menit sebelum tidur di malam hari untuk mencegah bengkak.

5. Pakailah kacamata hitam pelindung UV

Gunakan lensa yang terpolarisasi, bukan hanya sekadar lensa yang gelap. Kacamata hitam pelindung UV diperlukan untuk melawan paparan dari sinar matahari.

6. Hindari duduk terlalu lama di depan komputer

Untuk menjaga kesehatan mata, cobalah untuk tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar komputer. Hal itu dapat membuat mata lelah. 

7. Kenakan kacamata di saat yang tepat

Pastikan untuk memakai kacamata atau memakai pelindung mata lainnya ketika bekerja di sekitar bahan kimia atau tempat dengan partikulat udara yang berbahaya.

8. Jangan membaca dalam cahaya redup

Untuk menjaga kesehatan mata, hindari membaca dalam cahaya lampu yang redup yang bisa menyebabkan ketegangan mata. Jika mata terasa lelah, berhenti untuk sementara waktu dan beristirahat.

9. Jangan langsung melihat cahaya yang terlalu terang

Jangan langsung melihat cahaya yang terlalu terang. Jangan fokuskan mata Anda pada sinar matahari, karena dapat merusak mata Anda.

10. Melatih mata dan membuatnya untuk bersantai

Cobalah memfokuskan mata pada suatu obyek yang dekat dengan Anda, sebuah obyek yang agak jauh. Ulangi proses ini beberapa kali.

Continue reading “Cara Menjaga Kesehatan Mata”

Design a site like this with WordPress.com
Get started